Palu. Kabupaten Donggala di kenal dengan wilayah yang akrab dengan berbagai ragam bencana alam dan bencana karena ulah manusia. Hasil analisis resiko bencana yang dilakukan Yayasan JAMBATA (2007) terdapat 7 (tujuh) ancaman dan 4 (empat) diantaranya memiliki tingkat resiko tinggi yaitu ancaman gempa bumi, tsunami, banjir, dan tanah longsor. Keempat ancaman ini mengakibatkan kematian, kesakitan, dan hilangnya aset mata pencaharian pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan, serta rusaknya infrastruktur (sekolah, rumah ibadah, kesehatan, jalan, jembatan dll). Pada kondisi tersebut masyarakat dan aset penghidupan lainnya memiliki kerentanan tinggi serta kemampuan untuk meminimalisir kerentanan dalam membangun kesiapsiagaan dan respon bencana masih minim. Sikap pasrah, hilangnya semangat gotong royong, ketergantungan bantuan dengan pihak luar sudah membudaya di masyarakat.
Kejadian bencana di wilayah Kabupaten Donggala sebagian besar diakibatkan oleh alam yang dipicu oleh kurang kesadaran masyarakat dalam pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam serta keterbatasan pemerintah dalam mengontrol dan menerapkan kebijakan yang telah ditetapkan.
Secara umum wilayah Kabupaten Donggala menghadapi 7 jenis Acaman yaitu Banjir, Tanah Longsor, Gempa tektonik, Tsunami, Gelombang Pasang/Abrasi, Kebakaran dan Konflik Sosial. Namun yang menjadi ancaman utama yang sering terjadi adalah Banjir, Tanah Longsor, Gempa tektonik dan Tsunami.
Kejadian bencana di wilayah Kabupaten Donggala sebagian besar diakibatkan oleh alam yang dipicu oleh kurang kesadaran masyarakat dalam pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam serta keterbatasan pemerintah dalam mengontrol dan menerapkan kebijakan yang telah ditetapkan.
Secara umum wilayah Kabupaten Donggala menghadapi 7 jenis Acaman yaitu Banjir, Tanah Longsor, Gempa tektonik, Tsunami, Gelombang Pasang/Abrasi, Kebakaran dan Konflik Sosial. Namun yang menjadi ancaman utama yang sering terjadi adalah Banjir, Tanah Longsor, Gempa tektonik dan Tsunami.
0 komentar:
Poskan Komentar